Untuk
kebanyakan orang Indonesia, jika anda disuruh menggambar pemandangan, apa yang
anda gambar? Gambar simetris dari dua buah gunung, dengan awan da matahari, ada
jalan yang tepinya pepohonan, di kanan-kiri ada sawah. Begitu?
Saya
memiliki pengalaman yang mengesalkan mengenai hal ini, sangat mengesalkan
sampai sekarang. Kejadian itu adalah kejadian di saat masih duduk di kelas lima
SD, sampai semester akhir kuliah S1 saat ini saya masih merasa sebal. Waktu itu
saya mengikuti loma melukis untuk siswa SD. Saya sudah maju ke tingkat
kecamatan, saya bersaing dengan tiga lainnya dari sekolah yang berbeda. Saya
kalah, juara empat juara terakhir! Saya tidak masalah kalau kalah, saya
sportif. Menghargai kekalahan dan kemenangan asalkan sportif. Tidak masalah
kalau saya harus kalah. Tapi yang saya sesalkan adalah komentar jurinya.
Lukisan saya, gambar saya ditaruh di urutan terakhir karena tidak ada
gunungnya! Menurut jurinya, pemandangan itu harus ada gunungnya! What?
Memangnya
pemandangan itu harus ada gunungnya? Memangnya semua pemandangan di dunia ada
gunungnya? Memangnya semua tempat punya gunung? Saya memang ingin yang beda,
jadi saya tidak menggambar gunung. Memangnya salah kalau tidak menggambar
gunung? Saya, kelas 5 SD, 10 tahun, berpikir semacam itu. Pandangan tajam
langsung saya arahkan kepada juri.
Waktu itu
saya menggambar pemandangan pantai. Lautnya cerah berwarna biru. Pasir
pantainya warna garam dan lada. Di kiri bawah ada semak rerumputan dan tanaman
bunga sepatu yang sedang mekar dengan catiknya. Bunganya agak besar karena
dalam jarak pandang yang dekat. Di atas bunga ada burung kolibri yang siap
menghisap sarinya. Di tepian pantai ada burung bangau dengan kakinya yang
jenjang, sedang mengisi perut mencari ikan-ikan. Di kanan bawah ada pohon
kelapa yang menjulang sampai ke tengah kertas. Daunnya hijau melambai menyambut
angin, dengan segerombolan buah kelapa yang menggoda. Di dekatnya ada batu
karang, di atasnya duduk seorang pemancing yang mengarahkan kailnya ke laut. Di
laut, ada perahu nelayan. Nampak kecil karena berada di kejauhan. Semantara itu
matahari hampir tenggelam. Warnanya agak oranye dan memantul di lautan.
Berkelok-kelok terkena ombak. Semantara itu di langitnya ada burung burung.
Tidak ada gunung. Tidak ada!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar